BANTUL – Upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus konsisten dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul. Sebagai bentuk nyata penguatan karakter religius siswa, madrasah ini menyelenggarakan agenda Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib yang melibatkan sinergi antara guru pengampu dan siswa program khusus.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh keluarga besar madrasah. Uniknya, prosesi khataman tidak hanya dilakukan oleh para guru, tetapi juga melibatkan Siswa-Siswi Kelas Takhosus Tahfidz. Keterlibatan siswa ini menjadi bukti keberhasilan program tahfidz yang dijalankan oleh MIN 3 Bantul dalam mencetak penghafal Al-Qur’an sejak usia dini.

Sinergi Guru dan Siswa dalam Menjaga Hafalan

​Dalam pelaksanaannya, pembagian pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilakukan secara terstruktur:

  • Siswa Kelas Takhosus Tahfidz: Mendapat kehormatan untuk melantunkan Juz 1, 29, dan 30 secara bil ghaib (tanpa melihat mushaf).
  • Hafidz dan Hafidzat (Guru Pengampu): Menyelesaikan pembacaan juz-juz lainnya hingga khatam 30 juz.

​”Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk melatih mental dan kelancaran hafalan siswa kelas Takhosus. Kami ingin mereka terbiasa menyyiarkan Al-Qur’an dan memiliki kepercayaan diri tinggi dengan hafalannya,” ujar Maftukhah, Koordinator pengampu tahfidz MIN 3 Bantul.

Membangun Karakter Melalui Al-Qur’an

​Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar madrasah untuk membentuk Generasi Qur’ani. Dengan membiasakan interaksi dengan Al-Qur’an sejak dini, diharapkan para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang berlandaskan nilai-nilai suci Al-Qur’an.

​Acara diakhiri dengan doa bersama (Doa Khatmil Qur’an) yang dipimpin oleh KH. Yazid Bustomi, membawa suasana haru dan penuh keberkahan di lingkungan madrasah. (Agassa)