Bantul – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Bantul. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul, Subarniyati, berhasil menyabet penghargaan sebagai Juara 1 Kepala Dedikatif dalam ajang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul tahun 2026.

Penghargaan bergengsi ini diraih berkat komitmen luar biasa Subarniyati dalam mengikis angka buta aksara Arab dan Al-Qur’an di lingkungannya. Dedikasi ini tidak hanya ia tunjukkan di dalam dinding madrasah, melainkan juga dibawa hingga ke kediaman pribadinya.

Mengabdi Tanpa Batas: Dari Madrasah hingga TPA Rumah

Dalam ajang GTK 2026 ini, Subarniyati mengusung program nyata pengentasan buta huruf Arab dan kemampuan mengaji. Di MIN 3 Bantul, ia sukses menginisiasi berbagai program keagamaan yang memastikan seluruh siswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sebelum lulus.

Namun, yang membuat dewan juri terpikat adalah konsistensinya yang melampaui jam kerja formal. Di luar tugasnya sebagai kepala madrasah, Subarniyati menyulap rumah pribadinya menjadi Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Setiap sore hingga malam hari, pintu rumahnya selalu terbuka lebar bagi anak-anak dan masyarakat sekitar yang ingin belajar mengaji.

“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan amanah untuk terus mengabdi. Mengajarkan Al-Qur’an dan memberantas buta aksara Arab adalah panggilan jiwa, baik sebagai kepala madrasah maupun sebagai anggota masyarakat,” ungkap Subarniyati penuh haru usai menerima penghargaan.

Apresiasi dari Kementerian Agama

Ajang GTK Berprestasi Kemenag Bantul 2026 merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang menunjukkan inovasi, integritas, dan dedikasi luar biasa di atas rata-rata.

Keberhasilan Kepala MIN 3 Bantul ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan suntikan motivasi bagi seluruh kepala madrasah dan guru di Kabupaten Bantul untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas. (Agassa)