BANTUL – Dalam upaya menanamkan nilai karakter gotong royong serta menjaga kesehatan lingkungan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggelar aksi kerja bakti massal pada hari kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf kependidikan.

​Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak berbeda. Berbekal sapu, pengki, dan alat kebersihan lainnya, para siswa tampak antusias membersihkan area kelas, halaman, hingga selokan di sekitar lingkungan madrasah.

​1. Menanamkan Karakter Gotong Royong

​Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas membersihkan debu, melainkan sebuah sarana edukasi nyata.

​”Kami ingin membudayakan kerja sama sejak dini. Dengan bekerja bersama, siswa belajar bahwa beban berat akan terasa ringan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap madrasah mereka,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

​2. Lingkungan Bersih, Belajar Lebih Nyaman

​Selain aspek karakter, faktor kesehatan menjadi prioritas utama. Lingkungan yang bersih merupakan syarat mutlak untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mencegah penyebaran penyakit, terutama di musim pancaroba.

Target Area Pembersihan:

  • Ruang Kelas: Pembersihan kaca, meja, dan penataan sudut baca.
  • Halaman Madrasah: Pencabutan rumput liar dan penyapuan daun kering.
  • Drainase: Memastikan saluran air lancar untuk mencegah genangan.
  • Taman: Penataan kembali tanaman hias agar lingkungan tampak asri.

​3. Komitmen Hidup Sehat

​Kegiatan ditutup dengan aksi cuci tangan bersama dan edukasi singkat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dengan semangat “Madrasah Sehat, Siswa Hebat”, MIN 3 Bantul berkomitmen untuk menjadikan budaya bersih ini sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya saat kerja bakti saja.

​Melalui aksi nyata ini, diharapkan MIN 3 Bantul dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitar dalam mewujudkan kawasan pendidikan yang asri, nyaman, dan sehat. (Agassa)