Bantul (MIN 3 Bantul). Di tengah gempuran arus digital, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul terus berkomitmen menjaga tradisi syiar Islam melalui ekstrakurikuler Muhadlarah. Program ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan kawah candradimuka bagi siswa untuk mengasah kemampuan orasi, mentalitas, dan kedalaman ilmu agama.

Kualitas ekstrakurikuler ini tidak lepas dari peran pengajarnya, Ahmad Agus Salim, Lc., MA. Beliau merupakan sosok pendidik yang memiliki latar belakang akademik luar biasa. Sebagai guru mata pelajaran agama, rekam jejak beliau menggabungkan dua tradisi keilmuan besar: Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir: Membawa sanad keilmuan Islam yang kuat dan kefasihan bahasa Arab dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM): Memberikan wawasan kontemporer dan metodologi pengajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kombinasi keahlian ini memungkinkan para siswa tidak hanya belajar cara berpidato yang menarik, tetapi juga menyusun konten dakwah yang berbobot dan moderat.

Ekstrakurikuler Muhadlarah di MIN 3 Bantul dirancang untuk membangun kepercayaan diri siswa sejak dini. Dalam setiap pertemuannya, siswa dilatih untuk: Penguasaan Panggung: Mengatasi rasa gugup dan membangun public speaking yang persuasif. Penyusunan Naskah: Belajar meriset materi dakwah berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Etika Dakwah: Menanamkan adab dan tata krama saat berbicara di depan umum.

Buah dari ketekunan siswa dan bimbingan intensif Ahmad Agus Salim telah terbukti nyata. MIN 3 Bantul secara konsisten mencatatkan namanya dalam daftar juara berbagai perlombaan pidato, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan bibit-bibit dai cilik yang kompetitif.

“Muhadlarah adalah cara kami mempersiapkan pemimpin masa depan. Mereka tidak hanya harus pintar secara akademik, tapi juga harus berani menyuarakan kebenaran,” ujar Ahmad Agus Salim dalam sebuah kesempatan.

Melalui kegiatan ini, MIN 3 Bantul membuktikan bahwa pendidikan agama dan keterampilan komunikasi adalah kunci utama dalam membentuk karakter generasi rabbani yang siap terjun ke masyarakat. (Agassa)