Kegiatan ini dirancang khusus untuk memindahkan pemahaman teori dari buku teks Fikih ke dalam pengalaman nyata (meaningful learning). Dibimbing langsung oleh guru pengampu mata pelajaran Fikih, Ahmad Agus Salim, Lc., MA., para siswa diajak untuk memahami esensi, syariat, sekaligus tata cara penyembelihan hewan yang sah dan ihsan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Bukan Sekadar Teori
Dalam sesi tersebut, Ahmad Agus Salim menjelaskan secara detail setiap tahapan kurban, mulai dari syarat sahnya hewan kurban, kesiapan mental dan fisik penyembelih (muzakki), hingga teknik memotong urat nadi leher hewan dengan cepat agar tidak menyiksa. Menggunakan alat peraga yang aman, para siswa bergantian mensimulasikan prosesi tersebut, termasuk membaca basmalah, salawat, dan takbir saat penyembelihan, serta menghadapkan “hewan” ke arah kiblat.
“Pembelajaran kontekstual ini sangat penting agar siswa tidak sekadar menghafal syarat dan rukun di kelas, tetapi benar-benar merasakan atmosfer dan memahami esensi ibadah kurban. Ketika mereka terjun di masyarakat nanti, mereka sudah punya bekal mental dan ilmu yang kuat,” ujar Ahmad Agus Salim di sela-sela mendampingi siswa.
Antusiasme Tinggi Peserta Didik
Para siswa kelas 6 terlihat sangat antusias mengikuti setiap instruksi. Pembelajaran luar kelas ini dinilai lebih interaktif karena membuka ruang diskusi dua arah mengenai permasalahan sehari-hari seputar Iduladha, seperti pembagian daging kurban yang adil hingga adab terhadap hewan yang akan disembelih.
Melalui kegiatan ini, MIN 3 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesalehan ritual dan sosial yang tinggi, serta siap berkontribusi aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. (Agassa)