
Bantul – Suasana ceria menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul pada hari pertama penggunaan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) yang dibangun melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sebagai bentuk rasa syukur, seluruh keluarga besar madrasah menggelar tradisi Gebyah Jajan Pasar, Senin pagi.
Tradisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbolik wujud syukur atas selesainya fasilitas pendidikan yang megah dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk nguri-nguri atau melestarikan tradisi budaya Jawa di lingkungan sekolah.
Prosesi Khidmat dan Kebersamaan
Acara dipimpin langsung oleh Ustadz Fajar Yuliantono. Dalam balutan suasana kekeluargaan, beliau memandu doa bersama sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas karunia gedung baru yang akan menunjang proses belajar mengajar.
”Gedung ini adalah amanah. Dimulainya kegiatan di sini dengan tradisi Gebyah Jajan Pasar diharapkan membawa keberkahan bagi siswa dan guru, serta menjadi pengingat bagi anak-anak untuk tetap mencintai budaya lokal di tengah modernisasi,” ujar Ustadz Fajar dalam tausiyah singkatnya.
Filosofi Jajan Pasar
Berbagai jenis penganan tradisional seperti lovis, cenil, klepon, dan tumpeng disajikan secara apik. Pemilihan jajan pasar sebagai simbol utama memiliki filosofi kebersamaan dan keberagaman, di mana berbagai elemen madrasah menyatu dalam satu harmoni untuk memajukan pendidikan.
Setelah doa bersama, seluruh guru dan karyawan tampak antusias menikmati hidangan tradisional tersebut di selasar gedung baru yang masih tampak bersih dan segar. Fasilitas SBSN ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa MIN 3 Bantul dalam meraih prestasi.




