Bantul – Pagi hari di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul kini tidak hanya diisi dengan persiapan alat tulis, melainkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Madrasah ini secara konsisten menerapkan program Muroja’ah surah-surah pendek Juz ‘Amma setiap pagi sebagai pembuka kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

​Kegiatan ini dilaksanakan tepat setelah bel masuk berbunyi dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 di dalam ruang kelas masing-masing.

​Menanamkan Karakter Qur’ani

​Program rutin ini bertujuan untuk menguatkan hafalan siswa sekaligus membentuk karakter religius sejak dini. Dengan mengulang hafalan setiap hari, diharapkan para siswa tidak hanya sekadar hafal untuk ujian, tetapi benar-benar melekat dalam ingatan jangka panjang (long-term memory).

​”Muroja’ah pagi adalah cara kami mengondisikan hati dan pikiran siswa agar lebih tenang dan siap menerima ilmu. Kami ingin lulusan MIN 3 Bantul memiliki bekal spiritual yang kuat,” ujar Maftuchah, salah satu guru koordinator Tahfidz.

​Manfaat Nyata bagi Siswa

​Selain aspek religius, kegiatan ini membawa dampak positif lainnya:

  • Kedisiplinan: Melatih siswa untuk hadir tepat waktu agar tidak tertinggal sesi muroja’ah.
  • Fokus Belajar: Lantunan ayat Al-Qur’an secara ilmiah terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan ketenangan otak.
  • Kepercayaan Diri: Siswa yang secara bergiliran memimpin muroja’ah di depan kelas belajar menjadi pemimpin (imam) bagi teman-temannya.

​Harapan ke Depan

​Pihak madrasah berharap rutinitas ini dapat menjadi budaya yang dibawa siswa hingga ke rumah. Dengan mengawali hari menggunakan hal positif, atmosfer belajar di MIN 3 Bantul menjadi lebih berkah dan menyenangkan. (Agassa)