
Pelatih Wushu MIN 3 Bantul, Asep, menegaskan bahwa persiapan intensif mulai dirancang demi menjaga gengsi dan prestasi madrasah. Menurutnya, ajang Popda bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung pembuktian bagi para atlet muda untuk menunjukkan hasil latihan keras mereka.
“Kami siap untuk berjibaku dan melakukan ikhtiar maksimal. Target kami jelas, yakni membawa pulang prestasi yang selama ini sudah menjadi tradisi bagi MIN 3 Bantul,” ujar Asep saat ditemui di sela-sela sesi latihan.
Persiapan Matang Menuju Mei 2026
Meski pelaksanaan lomba masih beberapa bulan ke depan, tim kepelatihan tidak ingin lengah. Beberapa poin utama dalam persiapan kali ini meliputi:
-
Penguatan Fisik: Meningkatkan ketahanan dan kelincahan atlet.
-
Pendalaman Teknik: Mempertajam jurus (taolu) maupun teknik tanding (sanda).
-
Mental Bertanding: Membangun kepercayaan diri siswa agar tetap tenang di bawah tekanan kompetisi.
Asep menambahkan bahwa dukungan dari pihak sekolah dan orang tua menjadi suplemen semangat tambahan bagi para atlet. Tradisi juara yang melekat pada MIN 3 Bantul di cabang Wushu diharapkan menjadi motivasi, bukan beban, bagi para siswa yang akan bertanding nanti.
Dengan persiapan yang matang dan dedikasi tinggi, Tim Wushu MIN 3 Bantul optimis dapat kembali mendominasi podium dan mengharumkan nama madrasah di level kabupaten. (Agassa)




