
Bantul – Upaya menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menyenangkan terus digalakkan oleh tenaga pendidik di MIN 3 Bantul. Salah satunya dilakukan oleh Ahmad Agus Salim, Lc., guru Akidah Akhlak yang sukses meningkatkan fokus siswa kelas 3 melalui pemanfaatan media audio-visual berbasis proyektor dalam penyampaian materi “Keteladanan Nabi Ibrahim”.
Dalam pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas tersebut, siswa tidak lagi hanya mendengarkan ceramah dari guru. Sebaliknya, mereka diajak untuk menyaksikan tayangan video edukasi yang mengisahkan perjalanan dan keteladanan Nabi Ibrahim as.
Ahmad Agus Salim menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pengamatan terhadap karakteristik siswa kelas 3 yang masih berada pada usia emas perkembangan kognitif, di mana minat belajar mereka sangat bergantung pada daya tarik visual.
“Anak-anak pada level kelas 3 sangat membutuhkan visualisasi agar materi yang abstrak bisa lebih mudah dipahami. Ketika kita membahas Keteladanan Nabi Ibrahim, penggunaan proyektor untuk menayangkan media audio-visual membuat cerita menjadi lebih ‘hidup’. Fokus siswa menjadi jauh lebih terjaga dibandingkan metode ceramah konvensional,” ungkap Agus.
Menurut Agus, penggunaan teknologi proyektor ini memungkinkan siswa untuk melihat langsung ilustrasi peristiwa sejarah Islam, sehingga pesan moral tentang kesabaran, ketaatan, dan ketauhidan Nabi Ibrahim dapat terserap dengan lebih mendalam.
“Respons anak-anak sangat positif. Mereka terlihat antusias, aktif bertanya, dan lebih mudah menangkap inti sari dari keteladanan Nabi Ibrahim setelah melihat videonya. Inilah yang kita harapkan, agar materi Akidah Akhlak tidak hanya sekadar diingat, tapi juga diresapi,” tambahnya.
Langkah inovatif yang dilakukan oleh Ahmad Agus Salim ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rekan sejawat di MIN 3 Bantul untuk terus mengeksplorasi penggunaan media digital dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan dukungan sarana proyektor yang optimal, proses pembelajaran di sekolah dasar diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, menarik, dan berpusat pada kebutuhan siswa. (Agassa)




