
Bantul (MIN 3 Bantul) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar menjadi upaya pemenuhan nutrisi bagi siswa di MIN 3 Bantul. Lebih dari itu, madrasah ini memanfaatkan momentum makan siang bersama untuk menanamkan pendidikan karakter, khususnya mengenai adab makan dan nilai kedisiplinan bagi siswa kelas 6.
Pemandangan berbeda terlihat di ruang kelas 6 MIN 3 Bantul setiap jam istirahat siang. Tidak ada kegaduhan saat pembagian makanan. Sebaliknya, para siswa tampak antre dengan tertib untuk mendapatkan porsi makan mereka, mencerminkan budaya antre yang telah diajarkan sejak dini.
Bukan Sekadar Kenyang, Tapi Berkah
Wali kelas 6, Hajar Utami, menekankan bahwa tujuan utama pendampingan ini adalah agar siswa memahami bahwa cara makan mencerminkan kepribadian seorang muslim.
”Kami ingin anak-anak tidak hanya sehat secara fisik karena makanan bergizi, tapi juga memiliki karakter yang kuat. Di sini mereka belajar mulai dari mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menggunakan tangan kanan,” ujarnya saat mendampingi siswa, Kamis (15/01).
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pembelajaran adab ini meliputi:
- Kebersihan: Memastikan tangan bersih sebelum menyentuh makanan.
- Ketertiban: Mengambil makanan sesuai urutan dan tidak berebut.
- Keadaban: Duduk dengan tegak, tidak berbicara saat mulut penuh, dan menghabiskan makanan tanpa sisa (mubazir).
- Tanggung Jawab: Merapikan kembali tempat makan dan memastikan area kelas tetap bersih setelah makan selesai.
Respon Positif Siswa
Para siswa menyambut baik pola pembelajaran ini. Selain merasa senang dengan menu yang bervariasi dan lezat, mereka merasa lebih menghargai makanan yang disajikan.
”Makan bareng teman-teman jadi lebih seru, tapi kami juga harus tetap tertib. Kami diajarkan untuk tidak pilih-pilih makanan karena semuanya sehat dan sudah disiapkan dengan baik,” ujar salah satu siswa kelas 6.
Investasi Karakter Jangka Panjang
Kepala Madrasah MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa integrasi program pemerintah seperti MBG dengan pendidikan karakter di madrasah adalah langkah strategis. Disiplin yang dipupuk melalui hal-hal kecil seperti makan siang diharapkan akan terbawa hingga siswa lulus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dengan adanya kegiatan ini, MIN 3 Bantul membuktikan bahwa ruang kelas bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, bahkan melalui sepiring makanan bergizi. (Agassa)




