
Bantul – Suasana ruang kelas 4 MIN 3 Bantul tampak berbeda dari biasanya pada Selasa pagi. Tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, para siswa justru bergantian maju ke depan kelas. Mereka tidak sedang menghafal rumus, melainkan berlatih keberanian berbicara di depan publik melalui mata pelajaran Akidah Akhlak.
Metode Storytelling untuk Membentuk Karakter
Dalam sesi pembelajaran ini, para siswa diminta menceritakan kembali kisah kepemimpinan dan kedermawanan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Agus, Guru pengampu Akidah Akhlak menyampaikan bahwa metode ini dipilih untuk melatih kepercayaan diri siswa sejak dini.
”Tujuan utamanya bukan sekadar nilai akademis, tapi bagaimana anak-anak berani tampil dan menyuarakan pikiran mereka. Meneladani sifat jujur dan setia Abu Bakar menjadi poin penting yang kami tanamkan,” ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Antusiasme dan Tantangan di Depan Kelas
Meski beberapa siswa tampak malu-malu dan sedikit gugup, antusiasme tetap terlihat tinggi. Dengan gaya bahasa khas anak-anak, mereka mengisahkan momen perjuangan Abu Bakar saat mendampingi Rasulullah SAW.
-
- Latihan Mental: Siswa belajar mengatasi rasa grogi di hadapan teman sebaya.
- Pemahaman Materi: Menceritakan ulang terbukti lebih efektif meningkatkan daya ingat dibandingkan hanya membaca buku.
- Apresiasi Sesama: Teman sekelas diajarkan untuk menjadi pendengar yang baik dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan.
”Awalnya deg-degan, tapi setelah maju jadi senang karena bisa cerita tentang sahabat Nabi yang hebat,” ungkap salah satu siswa kelas 4 setelah selesai tampil.
Harapan Kedepan
Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan. Selain menguasai materi agama, lulusan MIN 3 Bantul diharapkan memiliki keterampilan public speaking yang mumpuni untuk bekal mereka di masa depan.




