
Bantul – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tidak menyurutkan semangat tholabul ilmi (menuntut ilmu) bagi siswa-siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Alih-alih merasa lemas, para siswa justru nampak fokus dan antusias saat mendalami materi pelajaran Fikih mengenai Luqatah atau tata cara menangani barang temuan.
Untuk menjaga konsentrasi siswa di tengah suasana puasa, Ahmad Agus Salim, selaku guru pengampu mata pelajaran Fikih, menggunakan pendekatan audiovisual. Pembelajaran dilakukan melalui pemutaran video instruksional yang menarik agar materi yang bersifat hukum tersebut lebih mudah dicerna.
“Tujuan utamanya adalah agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar memahami etika dan aturan Islam saat menemukan barang di tempat umum,” ujar Ahmad Agus Salim di sela-sela kegiatan belajar mengajad.
Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami beberapa poin krusial mengenai Luqatah, antara lain:Kewajiban Mengumumkan: Prosedur bagaimana mengumumkan barang temuan kepada khalayak. Masa Tunggu: Berapa lama barang tersebut harus disimpan sebelum menjadi hak milik atau disedekahkan. Tanggung Jawab: Sikap jujur dan amanah bagi penemu barang
Meski sedang menahan lapar dan dahaga, suasana kelas tetap hidup. Interaksi tanya jawab terjadi secara aktif setelah video selesai diputar. Para siswa terlihat serius mencatat poin-poin penting dari tayangan tersebut.
Semangat yang ditunjukkan siswa-siswi MIN 3 Bantul ini menjadi bukti bahwa puasa bukanlah penghalang untuk tetap produktif. Justru di bulan yang penuh berkah ini, setiap aktivitas belajar dinilai sebagai ibadah yang pahalanya dilipatgandakan. (Agassa)




