Bantul – Suasana syahdu menyelimuti lorong-lorong Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul setiap jadwal ekstrakurikuler Tilawah Al-Qur’an berlangsung. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu melantunkannya dengan irama yang indah dan tajwid yang mumpuni.

​Di bawah bimbingan Ustadzah Khairul Inayah, para siswa diajak mengenal lebih dalam mengenai seni baca Al-Qur’an (Nagham). Beliau dikenal memiliki pendekatan yang sabar namun teliti, memastikan setiap makhrajul huruf dan panjang pendek bacaan siswa terjaga sebelum masuk ke variasi irama.

Fokus Pembelajaran

​Dalam setiap pertemuannya, Ustadzah Khairul Inayah menekankan beberapa poin penting kepada para siswa:

  • Penguatan Dasar Tajwid: Fondasi utama sebelum memulai seni tilawah.
  • Olah Napas: Teknik pernapasan agar mampu membawakan ayat-ayat panjang dengan stabil.
  • Pengenalan Maqamat: Mempelajari langgam atau irama populer seperti Bayyati, Shoba, Hijaz, dan Nahawand.

Membangun Percaya Diri Siswa

​Kepala Madrasah MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa ekstrakurikuler ini bukan sekadar mengejar prestasi di ajang MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an), melainkan untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini.

​”Melihat anak-anak bersemangat mengikuti arahan Ustadzah Inayah adalah kebahagiaan tersendiri. Kami berharap dari sini akan lahir qari dan qariah muda yang membanggakan Bantul,” ujarnya.

​Dengan bimbingan yang intensif, para siswa diharapkan tidak hanya mahir secara teknik, tetapi juga mampu meresapi makna setiap ayat yang dibacakan, sehingga syiar Al-Qur’an terasa lebih hidup di lingkungan madrasah. (Agassa)