Bantul — Suasana aula MIN 3 Bantul tampak lebih meriah dari biasanya pada hari penutupan rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini. Ratusan siswa berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk menguji ketangkasan dan hafalan mereka melalui permainan Pesan Berantai Hadits.

Kegiatan ini menjadi magnet utama dalam acara penutupan yang melibatkan seluruh siswa dari total 12 kelas yang ada di MIN 3 Bantul.

Inovasi Pembelajaran yang Menyenangkan

Konsep permainan ini diinisiasi oleh dua pendidik kreatif, Ahmad Agus Salim dan Diana Fitri Umami. Alih-alih ujian lisan yang menegangkan, mereka memilih format games agar para siswa lebih antusias dalam menghafal dan mempelajari hadits.

Dalam permainan ini, pesan berupa potongan hadits dibisikkan secara berantai. Ketepatan lafal dan kecepatan menjadi kunci utama, yang secara tidak langsung menguji daya ingat serta konsentrasi para siswa terhadap materi yang telah mereka pelajari selama sebulan penuh.

Puncak Program “Sarapan Hadits”

Game Pesan Berantai ini bukan sekadar hiburan, melainkan merupakan puncak dari dua program unggulan yang telah berjalan sejak awal Ramadhan, yaitu:

  • Program Sarapan Hadits Ramadhan: Kegiatan rutin menghafal hadits pendek setiap pagi sebelum memulai pelajaran.

  • Paspor Haditsku: Lembar kontrol atau buku saku yang menjadi bukti capaian hafalan siswa selama bulan suci.

“Kami ingin nilai-nilai hadits tidak hanya berhenti di hafalan kertas, tapi mendarah daging dalam semangat anak-anak melalui cara yang seru,” ujar Agus, salah satu inisiator acara.

Dengan berakhirnya permainan ini, berakhir pula rangkaian agenda Ramadhan di MIN 3 Bantul. Namun, semangat para siswa dalam mencintai sunnah Rasulullah diharapkan tetap membara meski Ramadhan telah usai. (Agassa)