Bantul (MIN 3 Bantul) – Dalam upaya memperkuat pemahaman agama siswa dan masyarakat di era digital, MIN 3 Bantul kembali menggiatkan program “Madrasah Mengaji”. Kali ini, fokus kajian tertuju pada Hadits ke-5 dari Kitab Arba’in Nawawi yang membahas tentang pentingnya menjaga kemurnian ibadah dari perkara bid’ah (perkara baru dalam agama yang tidak berdasar).

Menjaga Kemurnian Amal

​Kajian yang dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi dan situs web madrasah ini membedah hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan agama kami ini sesuatu yang bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

​Guru PAI MIN 3 Bantul menjelaskan bahwa hadits ini merupakan salah satu tiang penyangga agama Islam. Jika hadits niat (hadits pertama) adalah standar penilaian amalan batin, maka hadits kelima ini adalah standar penilaian amalan lahiriah.

Strategi Dakwah Digital

​Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa pemilihan platform media sosial sebagai sarana mengaji bertujuan agar pesan dakwah lebih mudah dijangkau oleh wali murid dan siswa di rumah.

  • Konten Visual: Penjelasan hadits disajikan dalam bentuk infografis menarik di Instagram.
  • Video Pendek: Penjelasan makna “tertolaqnya suatu amal” diunggah melalui TikTok dan Reels.
  • Artikel Mendalam: Ulasan lengkap mengenai penerapan hadits dalam kehidupan sehari-hari dirilis di situs resmi madrasah.

Pesan Utama untuk Siswa

​Melalui konten ini, MIN 3 Bantul menekankan tiga poin utama kepada para siswa:

  1. Semangat Belajar: Agar tidak salah dalam beribadah, kita harus terus menuntut ilmu.
  2. Ittiba’ (Mengikuti): Beribadah bukan hanya soal ikhlas, tapi juga harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
  3. Hati-hati dalam Beramal: Tidak semua hal baru dalam urusan dunia itu dilarang, namun dalam urusan ibadah ritual, kita wajib mengikuti dalil yang sahih.

​Dengan adanya program ini, MIN 3 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman akidah dan ibadah yang lurus sesuai sunnah.