
Bantul – Siswa kelas 5 MIN 3 Bantul menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelajaran Akidah Akhlak pada Rabu (15/04/2026). Di bawah bimbingan guru pengampu, Ahmad Agus Salim, Lc., MA., para siswa tidak hanya duduk mendengarkan ceramah, melainkan aktif berkreasi membuat Flash Card atau kartu pengingat sebagai media pembelajaran interaktif.
Metode Belajar Sambil Bermain
Pembelajaran kali ini fokus pada materi “Menghindari Akhlak Tercela”. Alih-alih menghafal definisi secara konvensional, Ahmad Agus Salim mengajak siswa memvisualisasikan jenis-jenis akhlak tercela ke dalam kartu-kartu kreatif.
Setiap kartu berisi:
-
Nama Sifat Tercela: Seperti pemaraah pilih kasih, atau fasik.
-
Dalil Pendek: Potongan ayat atau hadis terkait.
-
Cara Menghindari: Langkah konkret yang bisa dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Mengasah Kreativitas dan Ingatan
Menurut Ahmad Agus Salim, penggunaan Flash Card bertujuan untuk mempermudah siswa mengingat poin-poin penting tanpa merasa terbebani.
“Dengan membuat kartu sendiri, siswa menggunakan aspek kognitif dan psikomotorik mereka. Mereka menulis, mewarnai, dan menyusun kalimat. Visualisasi ini terbukti lebih membekas di ingatan mereka dibandingkan hanya membaca buku teks,” ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Respon Positif Siswa
Suasana kelas nampak hidup. Para siswa saling bertukar kartu dan melakukan simulasi tanya jawab cepat menggunakan Flash Card yang telah mereka buat. Metode ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa sejak dini agar mampu mengidentifikasi dan menjauhi perilaku negatif di lingkungan sekolah maupun rumah.
Dengan inovasi sederhana namun efektif ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi seluruh peserta didik. (Agassa)




