
Bantul (MIN 3 Bantul)— Gemuruh kejuaraan bela diri bertaraf internasional baru saja menjadi saksi atas ketangguhan kepak sayap sang taekwondoin muda asal Bantul. Azalea Naila Putri, pendekar cilik dari kelas 3 B MIN 3 Bantul, sukses mengukir prestasi emas berbalut perak dalam laga bergengsi Tournament Committee International 2nd Gelora Taekwondo Championship 2026.
Mengusung tema l“Welcome to The Jungle”, arena UNY Indoor Stadium Yogyakarta disulap menjadi belantara persaingan yang sengit. Namun, alih-alih gentar oleh “auman” para rival dari berbagai penjuru, Azalea justru tampil bak srikandi cilik yang tenang namun mematikan di atas matras.
Turun di kelas Professional Kyorugi Pra Cadet U 30 Female, Azalea harus melewati jalinan rintangan dan adu tangkas yang menguras fisik serta mental. Setiap tendangannya adalah kilat petir, dan pertahanannya sekokoh benteng. Di bawah sorot lampu stadion, ia berhasil menjinakkan satu per satu lawan tangguh yang menghadang jalurnya.
”Azalea tidak hanya bertanding dengan fisik, tapi juga dengan hati. Di usianya yang masih belia, ia menunjukkan mental baja di tengah riuhnya atmosfer internasional,” ujar guru pendampingnya di arena.
Meski langkah puncaknya tertahan di babak final dan harus puas membawa pulang Medali Perak (Silver Medal), pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa kilau bakat Azalea telah menembus batas domestik. Ia berhasil membuktikan bahwa dari balik seragam sekolah dasar MIN 3 Bantul, lahir seorang ksatria yang siap mengguncang panggung dunia.
Medali perak yang melingkar di lehernya kini bukan sekadar logam, melainkan simbol keringat, air mata, dan keberanian seorang anak bangsa yang berhasil menaklukkan kerasnya “belantara” kompetisi dunia. Selamat, Azalea! Kepakan sayapmu baru saja dimulai. (Agassa)





