
Kreativitas dari Bahan Bekas
Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak berpikir tentang masa depan, tetapi juga diajarkan peduli lingkungan. Alih-alih menggunakan media baru, mereka memanfaatkan kertas kalender bekas sebagai media dasar penempelan impian.
Setiap siswa diminta untuk:
-
Menggambar bentuk daun atau buah pada kertas.
-
Menuliskan impian atau target spesifik yang ingin mereka capai selama semester 2.
-
Menempelkan hasil karya tersebut pada batang pohon besar yang telah disiapkan di dinding kelas.
Membangun Optimisme Siswa
Guru mata pelajaran Qur’an Hadits, Diana Fitri Umami, S. Ag., yang menginisiasi kegiatan ini, menyampaikan bahwa Pohon Impian merupakan bentuk visualisasi harapan agar siswa lebih semangat berangkat ke madrasah.
“Kami ingin anak-anak memiliki target yang jelas, sekecil apa pun itu. Dengan menuliskannya di daun atau buah lalu menempelnya di Pohon Impian, mereka akan selalu diingatkan setiap hari tentang apa yang ingin mereka raih di semester ini,” ujar Diana.
Antusiasme terlihat jelas di wajah para siswa saat memamerkan tulisan mereka. Ada yang ingin lebih lancar membaca Al-Qur’an, mendapatkan nilai bagus, hingga keinginan untuk lebih rajin beribadah.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan optimisme anak didik sejak kelas rendah. (Agassa)





