Bantul – Dalam upaya meningkatkan kesiapan akademis dan memperkuat budaya literasi, MIN 3 Bantul melakukan terobosan dalam metode pembelajaran bagi siswa kelas 6. Memanfaatkan teknologi digital, para siswa kini diarahkan untuk menggunakan perangkat telepon seluler (HP) secara bijak sebagai media belajar interaktif dalam rangka menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pembelajaran Berbasis Literasi Digital

Pergeseran metode ini dilakukan bukan sekadar untuk mengikuti arus digitalisasi, melainkan sebagai upaya strategis agar siswa lebih familiar dengan akses informasi yang luas dan kredibel. Guru kelas 6 secara intensif membimbing siswa untuk memanfaatkan fitur browsing guna mencari referensi materi pelajaran, mengerjakan latihan soal, hingga membaca artikel edukatif yang relevan dengan kisi-kisi ujian.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa HP hanya untuk hiburan. Di kelas, kami mengajarkan siswa bagaimana melakukan riset materi, memilah informasi yang valid, dan mengolahnya menjadi bahan bacaan yang memperdalam pemahaman mereka,” ujar Hajar Utami,  guru kelas 6 di sela-sela kegiatan pendampingan di ruang kelas.

Mendukung Kesiapan Menghadapi TKA

Tes Kemampuan Akademik (TKA) menuntut siswa untuk memiliki kemampuan analisis yang tajam dan pemahaman bacaan yang komprehensif. Melalui praktik browsing terbimbing ini, siswa dilatih untuk terbiasa membaca teks panjang secara digital, yang merupakan salah satu bentuk literasi baca-tulis tingkat lanjut.

Kegiatan ini mencakup beberapa aspek penting, yaitu:

  • Pencarian Materi Terarah: Siswa diberikan kata kunci spesifik untuk mencari materi pelajaran yang belum tuntas dipahami di buku teks.

  • Verifikasi Sumber: Guru memberikan edukasi mengenai cara membedakan situs web yang edukatif dan kredibel dari sumber informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

  • Ringkasan Digital: Siswa diminta untuk merangkum hasil browsing mereka menjadi catatan ringkas yang memudahkan mereka dalam menghafal konsep-konsep kunci jelang TKA.

Menciptakan Budaya Belajar Mandiri

Langkah ini mendapat respons positif dari para siswa. Dengan didampingi guru, mereka merasa lebih tertantang untuk mengeksplorasi topik pelajaran dari sudut pandang yang lebih luas. Selain meningkatkan pemahaman materi, inisiatif ini juga membekali siswa dengan keterampilan dasar literasi digital yang krusial di jenjang pendidikan selanjutnya.

Dengan integrasi teknologi yang tepat guna dan pengawasan yang ketat dari pihak sekolah, MIN 3 Bantul berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cakap dalam memanfaat teknologi untuk menunjang proses belajar sepanjang hayat. (Agassa)