
Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul terus berkomitmen menguatkan karakter religius siswanya melalui program pembiasaan Ibadah Yaumiyah. Salah satu terobosan menarik yang dilakukan adalah menjadwalkan siswa kelas 5 untuk bertugas menjadi imam shalat berjamaah.
Program ini bertujuan untuk melatih mental, kedisiplinan, serta kefasihan bacaan shalat para siswa sejak dini. Dengan bimbingan langsung dari guru kelas dan guru agama, para siswa diberikan kesempatan untuk memimpin rekan-rekan mereka dalam melaksanakan ibadah shalat dhuha maupun shalat dhuhur di kelas.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga siap terjun di masyarakat. Menjadi imam adalah latihan kepemimpinan yang paling mendasar bagi seorang Muslim,” ujar Fitaria, guru kelas 5 MIN 3 Bantul.
Para siswa kelas 5 menyambut jadwal ini dengan antusias sekaligus rasa bangga. Meski awalnya terlihat tegang, banyak siswa yang mengaku merasa lebih percaya diri setelah berhasil menjalankan tugasnya sebagai imam.
Dukungan pun mengalir dari wali murid. Program ini dinilai sangat bermanfaat agar anak-anak terbiasa mempraktikkan ilmu agama yang didapat di kelas ke dalam kehidupan nyata. Dengan adanya jadwal yang teratur, setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berproses.
Melalui program ini, MIN 3 Bantul berharap Ibadah Yaumiyah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi menjadi gaya hidup yang melekat pada diri siswa hingga mereka dewasa nanti. (Agassa)




