
Bantul – Aula Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul hari ini dipenuhi suasana khidmat yang berbeda dari biasanya. Bukan sekadar ujian akademis, gelaran Ujian Tahfidz Al-Qur’an yang diselenggarakan madrasah ini menjadi saksi bisu betapa besarnya peran pendampingan orang tua dalam perjalanan spiritual sang anak.
Di antara deretan kursi tunggu, tampak pemandangan menyentuh: para ayah dan ibu yang tak henti-hentinya menggenggam tangan putra-putri mereka, sembari sesekali membisikkan doa dan penguatan sebelum sang anak maju ke hadapan penguji.
Bagi wali murid di MIN 3 Bantul, mendampingi ujian tahfidz bukan hanya soal memastikan anak lulus kriteria, melainkan bentuk dukungan moral yang tak tergantikan.
”Melihat anak berjuang menghafal kalam Allah itu luar biasa. Tugas kami bukan menuntut mereka sempurna, tapi memastikan mereka merasa didampingi di setiap ayat yang mereka lantunkan,” ujar salah satu wali murid dengan mata berkaca-kaca.
Pihak MIN 3 Bantul menegaskan bahwa keberhasilan program Tahfidz ini merupakan buah dari sinergi segitiga emas: guru, siswa, dan orang tua. Kehadiran orang tua dalam ujian ini bukan sekadar tamu undangan, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan karakter yang dibangun madrasah.
Ujian ini ditutup dengan momen haru saat beberapa siswa berhasil menyelesaikan setoran hafalannya dengan lancar, yang kemudian disambut pelukan hangat dari sang ayah dan ibu sebagai bentuk apresiasi tertinggi. (Agassa)




