Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan pemahaman agama melalui program unggulan pembelajaran Fikih, yakni Praktek Ibadah. Program ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori di dalam buku, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar dengan Pengalaman Langsung

​Berbeda dengan metode ceramah konvensional, pembelajaran Fikih di MIN 3 Bantul kini menitikberatkan pada aspek psikomotorik. Bertempat di musala madrasah, para siswa dipandu oleh guru kelas dan guru agama untuk mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah, mulai dari:

  • Thaharah: Tata cara wudu dan tayamum yang sempurna.
  • Salat Fardu: Gerakan dan bacaan salat yang sesuai tuntunan.
  • Adab Berdoa: Tata krama dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta.

Membangun Kebiasaan Sejak Dini

​Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga saleh secara perilaku.

​”Kami ingin ibadah bukan sekadar menjadi hafalan untuk ujian, melainkan menjadi kebutuhan dan kebiasaan yang melekat pada diri siswa sejak dini. Dengan praktek langsung, siswa lebih mudah mengingat dan memahami makna di balik setiap gerakan ibadah,” ujarnya.

Dukungan Orang Tua

​Program unggulan ini mendapat respon positif dari para orang tua siswa. Banyak wali murid merasa terbantu karena anak-anak mereka menjadi lebih mandiri dan benar dalam menjalankan ibadah di rumah. Evaluasi berkala juga dilakukan melalui buku pantauan ibadah harian untuk memastikan kesinambungan antara pembelajaran di madrasah dan di rumah.

​Dengan adanya program Praktek Ibadah ini, MIN 3 Bantul membuktikan dedikasinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang fokus pada pembentukan akhlakul karimah dan kemandirian ibadah bagi seluruh peserta didiknya. (Agassa)