Kegiatan kerja bakti ini berlangsung semarak karena dipimpin langsung oleh Kepala MIN 3 Bantul, Subarniyati. Dengan mengenakan pakaian olahraga, beliau tampak membaur bersama para guru dan tenaga kependidikan, memberikan komando sekaligus turut langsung mencangkul serta merapikan tanaman di area kebun.
Dalam arahannya, Subarniyati menyampaikan bahwa kebun NGTS bukan sekadar pelengkap sarana madrasah, melainkan laboratorium alam yang harus dirawat sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.
“Setelah libur panjang, kondisi kebun memang perlu sentuhan tangan kita agar kembali asri dan produktif. Kebun NGTS adalah simbol kemandirian dan kreativitas kita. Saya ingin saat siswa kembali masuk nanti, suasana madrasah sudah segar, bersih, dan memotivasi mereka untuk belajar,” ujar Subarniyati di sela-sela kegiatan.
Aksi bersih-bersih ini meliputi pembersihan rumput liar, pemangkasan dahan tanaman yang mulai rimbun, hingga penataan ulang bedengan tanaman sayur dan toga. Kolaborasi antarstaf terlihat sangat kompak, mengubah area kebun yang sebelumnya kurang terawat menjadi lebih tertata dan estetis dalam hitungan jam.
Dengan selesainya penataan kebun ini, diharapkan program NGTS di MIN 3 Bantul dapat terus berjalan optimal sebagai sarana edukasi bagi siswa mengenai pentingnya mencintai lingkungan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. (Agassa)