Bantul  – Kebersihan bukan sekadar urusan estetika bagi keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Lebih dari itu, menjaga kebersihan lingkungan kini menjadi bagian integral dari kurikulum spiritual melalui penerapan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi.

​Implementasi nyata dari konsep ini diwujudkan melalui aksi kerja bakti rutin yang dilakukan oleh seluruh siswa, guru, dan staf, baik sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun sesudah pembelajaran berakhir.

​Integrasi Iman dan Lingkungan

​Ekoteologi sendiri merupakan pemahaman teologis yang menghubungkan antara keyakinan iman dengan kepedulian terhadap alam semesta. Di MIN 3 Bantul, konsep yang terkesan berat ini disederhanakan menjadi pembiasaan harian yang bermakna.

​”Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Dengan membersihkan kelas dan halaman, mereka sedang mempraktikkan ayat-ayat Tuhan tentang menjaga amanah sebagai khalifah di bumi,” ujar Ahmad Agus Salim, salah satu perwakilan pihak madrasah.

​Budaya “Datang Bersih, Pulang Bersih”

​Rutinitas kerja bakti ini dibagi menjadi dua sesi utama:

  1. ​Sesi Pra-Pembelajaran: Siswa memastikan ruang kelas bebas dari debu dan sampah sebelum guru memasuki ruangan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan fokus.
  2. ​Sesi Pasca-Pembelajaran: Sebelum bel pulang berbunyi, siswa kembali merapikan peralatan dan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Ini melatih tanggung jawab terhadap ruang yang telah mereka gunakan sepanjang hari.

​Dampak Positif bagi Siswa

​Selain lingkungan madrasah yang menjadi lebih asri dan sehat, kegiatan rutin ini mulai menunjukkan dampak positif pada karakter siswa, di antaranya:

  • ​Kedisiplinan: Membangun ritme kerja yang teratur.
  • ​Gotong Royong: Mempererat kerja sama antar siswa tanpa memandang kelas.
  • ​Kesadaran Ekologis: Menumbuhkan rasa “memiliki” terhadap lingkungan sekolah.

​Dengan konsistensi menjalankan program ini, MIN 3 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesalehan lingkungan yang tinggi. Bersih lingkungannya, jernih pikirannya. (Agassa)