Kebun NGTS yang dikelola oleh MIN 3 Bantul menjadi pusat perhatian. Dengan semangat gotong royong, siswa baru yang didampingi guru pembimbing bahu-membahu mencabut tanaman ketela yang telah memasuki masa panen.
Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar panen biasa. “Kami ingin memperkenalkan budaya bercocok tanam dan kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa sejak dini. Melalui program kebun NGTS ini, siswa belajar secara langsung tentang proses alam sekaligus mempraktikkan hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Integrasi Kurikulum dan Karakter
Panen ketela ini merupakan implementasi nyata dari pembelajaran di luar kelas yang mendukung visi madrasah sebagai sekolah yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini dipilih sebagai penutup masa orientasi siswa (Matamuda) agar para siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan madrasah, sekaligus menjalin keakraban dengan kakak kelas dan bapak/ibu guru.
“Rasanya seru sekali bisa mencabut ketela langsung dari tanah. Tadi kami juga sempat berkeliling melihat tanaman lain di kebun sekolah,” ungkap salah satu siswa baru dengan antusias.
Menanamkan Nilai Kerja Keras
Hasil panen ketela tersebut nantinya akan dikelola oleh pihak madrasah untuk dinikmati bersama, sebagai simbol keberhasilan dan kerja keras yang telah dilakukan selama masa orientasi. Agenda Jumat Bersih dan Sehat yang diakhiri dengan panen bersama ini diharapkan mampu memupuk rasa memiliki terhadap madrasah serta menumbuhkan karakter mandiri, disiplin, dan cinta lingkungan pada diri siswa.
Dengan berakhirnya kegiatan Matamuda ini, MIN 3 Bantul resmi menyambut para siswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan dengan semangat baru, berlandaskan nilai-nilai madrasah yang religius, bersih, dan sehat.