Bantul (MIN 3 Bantul) – Semangat pengabdian ditunjukkan oleh dua tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul. Meski saat ini masih berstatus sebagai guru honorer, Ibu Khoirul Inayah, M.Pd. dan Ibu Siti Yatimah, S.Pd. terus menunjukkan profesionalisme dan antusiasme tinggi dalam mendidik generasi muda melalui pengajaran bahasa asing.

Inspirasi dari Kelas Bahasa

Di koridor MIN 3 Bantul, suasana belajar bahasa terasa hidup. Ibu Khoirul Inayah, M.Pd., yang mengampu mata pelajaran Bahasa Arab, dikenal sebagai sosok yang telaten dalam membimbing siswa menghafal mufrodat (kosakata) dan memahami tata bahasa Arab dengan metode yang menyenangkan.

Di sisi lain, Ibu Siti Yatimah, S.Pd. pembawaannya yang ceria sukses menghidupkan kelas Bahasa Inggris. Ia terus memotivasi para siswa agar percaya diri berkomunikasi dalam bahasa internasional sejak dini.

Pengabdian yang Melampaui Status

Menjadi guru honorer tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun, bagi Bu Inayah dan Bu Siti, status bukanlah penghalang untuk memberikan yang terbaik bagi madrasah.

“Tujuan utama kami adalah melihat anak-anak cerdas dan mampu menguasai bahasa asing. Semangat mereka untuk belajar menjadi energi utama kami untuk tetap konsisten mengajar,” ujar Yatimah saat ditemui di lingkungan madrasah.

Pihak sekolah dan rekan sejawat pun sangat mengapresiasi kinerja keduanya. Dedikasi mereka membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh status kepegawaian, melainkan oleh ketulusan hati dan kompetensi yang terus diasah.

Harapan Kedepan

Kehadiran guru-guru muda berpendidikan tinggi seperti Bu Inayah yang bergelar Magister (M.Pd.) dan Bu Siti (S.Pd.) memberikan warna tersendiri bagi kemajuan kurikulum di MIN 3 Bantul. Harapannya, semangat juang mereka dapat menjadi inspirasi bagi para guru honorer lainnya di seluruh penjuru negeri untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa. (Agassa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait