
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa yang tergabung dalam grup hadroh madrasah. Fokus utama latihan kali ini adalah penguatan ketukan dasar (pukulan) serta sinkronisasi antar pemain agar menghasilkan harmoni musik yang selaras.
Menanamkan Kedisiplinan Lewat Nada
Fajar, Koordinator ekstrakurikuler Muhadlarah menjelaskan bahwa belajar rebana bukan sekadar memukul alat musik, melainkan melatih kesabaran dan kerja sama tim.
“Musik rebana memiliki ritme yang khas. Jika satu saja pemain tidak fokus pada teknik dasarnya, maka iramanya akan kacau. Di sini kami mengajarkan anak-anak untuk saling mendengarkan dan menjaga tempo,” ujarnya di sela-sela latihan.
Materi Latihan yang Disampaikan
Dalam sesi latihan tersebut, materi dibagi menjadi beberapa poin penting:
-
Pengenalan Jenis Pukulan: Membedakan suara dung dan tak secara presisi.
-
Teknik Dasar Anakan dan Selingan: Mempelajari pola ketukan dasar yang menjadi fondasi musik hadroh.
-
Kombinasi Vokal dan Instrumen: Melatih keselarasan antara pemain musik dengan pelantun selawat.
Respons Positif Siswa
Para siswa tampak sangat antusias mengikuti instruksi. Meski awalnya terlihat kesulitan dalam menyeimbangkan kecepatan tangan, semangat mereka tidak surut. Salah satu siswa mengaku senang karena melalui kegiatan ini, ia bisa lebih mengenal lagu-lagu pujian islami dengan cara yang menyenangkan.
Pihak sekolah berharap, melalui penguatan dasar musik rebana ini, grup hadroh MIN 3 Bantul tidak hanya siap tampil dalam acara-acara internal madrasah, tetapi juga mampu bersaing dalam ajang perlombaan seni islami di tingkat kabupaten maupun provinsi. (Agassa)




