Bantul – Suasana lapangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul tampak lebih riuh dari biasanya pada Senin pagi. Puluhan siswa-siswi kelas 4 berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kali ini, materi yang diberikan adalah permainan bola kasti.

​Guru PJOK MIN 3 Bantul menekankan bahwa olahraga kasti bukan sekadar memukul dan menangkap bola. Lebih dari itu, permainan tradisional ini menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter siswa sejak dini.

Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Olah Karakter

​Dalam sesi latihan tersebut, fokus utama pembelajaran diarahkan pada dua aspek krusial: kerjasama tim dan kecepatan mengambil keputusan.

  • Kerjasama Kelompok: Siswa diajarkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh satu orang pemain hebat, melainkan koordinasi antar penjaga lapangan dan kekompakan pemukul dalam berlari antar pos.
  • Pengambilan Keputusan: Saat berada di lapangan, siswa dituntut berpikir cepat. Apakah harus berlari ke tiang hinggap selanjutnya atau tetap bertahan untuk menghindari lemparan bola lawan?

Antusiasme di Lapangan

​Para siswa terlihat sangat kompetitif namun tetap sportif. Gelak tawa dan sorakan penyemangat terdengar setiap kali ada rekan setim yang berhasil mencetak poin atau melakukan tangkapan bola yang akurat.

​”Kami ingin siswa tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat dalam bekerja sama. Di permainan kasti ini, ego individu harus dikesampingkan demi keberhasilan tim,” ujar Praptap, guru PJOK di sela-sela kegiatan.

​Melalui kegiatan ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang variatif, di mana aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dapat berkembang secara seimbang di luar ruang kelas. (Agassa)