
Bantul (MIN 3 Bantul) — Sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, tetapi juga rumah yang nyaman bagi para siswa. Prinsip inilah yang dihidupkan oleh Fitaria, S.Pd., guru wali kelas 5 B di MIN 3 Bantul. Di kalangan siswa dan wali murid, sosoknya dikenal bukan hanya sebagai pendidik, melainkan sebagai figur ibu sekaligus sahabat karib yang hangat.
Peran Ganda: Guru di Kelas, Ibu di Hati Siswa
Memasuki ruang kelas 5 B, suasana kekeluargaan langsung terasa. Fitaria selalu berhasil menempatkan diri sebagai “ibu” bagi anak-anak didiknya selama di sekolah. Pendekatannya yang penuh kasih sayang membuat para siswa merasa aman, didengar, dan dihargai.
”Anak-anak usia kelas 5 sedang mengalami masa transisi yang aktif. Mereka tidak hanya butuh diajar secara akademis, tapi juga butuh dekapan emosional seorang ibu agar mereka nyaman belajar,” ungkap Fitaria saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.
Ketika ada siswa yang tampak lesu atau mengalami kesulitan belajar, Fitaria tidak segan mendekati mereka secara personal, memberikan motivasi layaknya seorang ibu yang sedang membesarkan hati anaknya.
Bercengkerama bak Sahabat Karib dengan Orang Tua
Kunci sukses pendidikan anak, bagi Fitaria, terletak pada sinergi yang kuat antara sekolah dan rumah. Oleh karena itu, ia membangun jembatan komunikasi yang sangat cair dengan para orang tua/wali murid kelas 5 B.
Alih-alih berkomunikasi secara kaku atau formal, Fitaria memilih cara yang lebih santai. Ia kerap bercengkerama, berdiskusi, dan mendengarkan keluh kesah orang tua bagaikan seorang sahabat karib.
Melalui obrolan-obrolan hangat inilah, Fitaria bersama orang tua bisa memetakan dan mendorong potensi terbaik yang dimiliki oleh setiap siswa. Orang tua merasa dilibatkan secara aktif, bukan sekadar menerima laporan hasil belajar di akhir semester.
Dedikasi Fitaria dalam merangkul wali murid dan siswa ini mendapat apresiasi positif dari pihak madrasah. Pola asuh dan komunikasi yang ia terapkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pola pembelajaran yang humanis di MIN 3 Bantul.
Dengan kehadiran figur guru seperti Fitaria, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai karakter dan kasih sayang. (Agassa)




