Bantul – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggalakkan gerakan pembiasaan ibadah bagi seluruh siswanya. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, suasana madrasah nampak syahdu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan deretan shaf shalat Dhuha yang tertib.

Program ini merupakan agenda rutin yang diintensifkan selama bulan Ramadhan untuk membentuk karakter religius dan disiplin spiritual siswa sejak dini.

Alokasi Waktu Khusus dan Terukur

Pihak madrasah telah menetapkan alokasi waktu khusus selama kurang lebih 30 menit setiap paginya sebagai “pemanasan” spiritual. Durasi ini dianggap ideal agar siswa dapat beribadah dengan tenang tanpa mengganggu jadwal akademik yang telah ditetapkan.

Sinergi Guru dan Wali Kelas

Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari kolaborasi apik jajaran pendidik. Pelaksanaan ibadah di setiap kelas dipandu langsung oleh:

  • Guru Pengampu Jam Pertama: Bertanggung jawab atas ketertiban awal kelas.

  • Wali Kelas: Memberikan pendampingan emosional dan absensi kehadiran.

  • Guru PAI & Guru Tahfidz: Bertindak sebagai pembimbing teknis ibadah, memastikan bacaan Al-Qur’an (tadarus) siswa sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

“Kami ingin Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi menjadi momentum bagi siswa untuk terbiasa akrab dengan masjid, sajadah, dan Al-Qur’an. Dengan bimbingan intensif dari guru PAI dan Tahfidz, kualitas bacaan siswa juga terpantau langsung,” ujar Agus, salah satu guru PAI MIN 3 Bantul.

Membangun Kebiasaan Positif

Melalui gerakan ini, diharapkan para siswa tidak hanya menjalankan ibadah secara seremonial selama di sekolah, namun juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah masing-masing. Antusiasme siswa terlihat tinggi, terbukti dengan kehadiran tepat waktu dan suasana kelas yang lebih tenang serta kondusif sebelum pelajaran inti dimulai. (Agassa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait