Bantul – Dua orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri  3 Bantul menunjukkan komitmennya dalam pengembangan diri dengan mengikuti pelatihan intensif bertajuk “Transformasi Guru PAI BA: Penerapan Ekoteologi Dalam Pembelajaran.”

Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) PAI BA Kemenag Bantul ini diselenggarakan di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Bantul pada Kamis (08/01).

Menghubungkan Agama dan Pelestarian Lingkungan

Pelatihan ini memfokuskan pada konsep Ekoteologi, yaitu sebuah pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan kesadaran menjaga alam semesta. Hal ini dinilai sangat relevan untuk diajarkan kepada siswa madrasah sejak dini guna membentuk karakter yang peduli lingkungan.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten:

  1. Ahmad Musyaddad, S.Pd.I., M.S.I. (Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul): Memberikan penguatan mengenai kebijakan transformasi guru madrasah di lingkungan Kemenag Bantul.

  2. Dr. Ratna Priliyanti, S.Si., M.Pd. (Widyaiswara BDK Semarang): Membedah implementasi teknis ekoteologi dalam perangkat pembelajaran di kelas.

Komitmen MIN 3 Bantul

Kehadiran aktif dua guru perwakilan dari MIN 3 Bantul ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi kurikulum di madrasah. Dengan memahami ekoteologi, guru dapat menyisipkan pesan-pesan pelestarian alam ke dalam materi fikih, aqidah akhlak, maupun al-qur’an hadist secara lebih kontekstual.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan metode mengajar, melainkan upaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman,” ujar salah satu narasumber dalam sesi tersebut.

Melalui kegiatan ini, KKGMI PAI BA Kemenag Bantul berharap seluruh guru PAI di Kabupaten Bantul dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara religius, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis yang tinggi. (Agassa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait