
Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggelar agenda krusial bagi siswa tingkat akhir, yakni Imtihan Syafahi (Tes Lisan) dalam rangka Ujian Akhir Tahfidz Al-Qur’an kelas 6. Suasana khidmat menyelimuti lingkungan madrasah saat para siswa satu per satu menunjukkan kelancaran hafalan mereka di hadapan para penguji ahli.
Kualitas Penguji Berstandar Tinggi
Ada yang istimewa dalam pelaksanaan ujian tahun ini. Seluruh tim penguji merupakan para Hafidz dan Hafidzah bersanad yang silsilah keilmuannya tersambung hingga Rasulullah SAW. Para penguji ini merupakan lulusan terbaik dari berbagai Pesantren Al-Qur’an ternama di Indonesia, guna memastikan kualitas makhraj, tajwid, dan kelancaran hafalan siswa tetap terjaga sesuai kaidah.
Dukungan Penuh Orang Tua
Berbeda dengan ujian pada umumnya, setiap siswa didampingi langsung oleh orang tua mereka saat berhadapan dengan penguji. Kehadiran orang tua bukan sekadar menemani, melainkan menjadi bentuk dukungan moril sekaligus saksi atas perjuangan putra-putri mereka dalam menjaga kalamullah selama masa pendidikan di MIN 3 Bantul.
”Melihat anak melantunkan ayat suci di depan penguji bersanad dengan pendampingan orang tua menciptakan ikatan spiritual yang kuat. Ini bukan sekadar ujian nilai, tapi ujian cinta terhadap Al-Qur’an,” ujar Agus Salim, salah satu koordinator tahfidz MIN 3 Bantul.
Ujian ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki karakter Qur’ani di era modern. (Agassa)




