Bantul (MIN 3 Bantul) – Upaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif terus dilakukan oleh tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Salah satu langkah inovatif dilakukan oleh Diana Fitri Umami, guru kelas 1, yang mengintegrasikan teknologi digital melalui aplikasi Kahoot dalam pembelajaran mata pelajaran Qur’an Hadits.

Pada pertemuan kali ini, Diana mengangkat materi Surah Al-Ikhlas. Berbeda dengan metode ceramah konvensional, ia memanfaatkan Kahoot—sebuah platform berbasis permainan kuis—untuk membantu siswa kelas 1 lebih antusias dalam menghafal dan memahami isi kandungan surah tersebut.

Transformasi Belajar Menjadi Permainan

Dalam pelaksanaannya, suasana kelas tampak jauh lebih hidup. Siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan, melainkan terlibat aktif menjawab pertanyaan yang ditampilkan di layar melalui perangkat yang tersedia. Pemanfaatan teknologi ini terbukti efektif dalam memecah kebosanan siswa kelas 1 yang notabene memiliki rentang fokus terbatas.

“Pembelajaran Qur’an Hadits bagi anak usia kelas 1 harus dikemas dengan cara yang menyenangkan agar materi mudah terserap. Dengan Kahoot, siswa merasa seperti sedang bermain kuis, padahal mereka sedang belajar menghafal dan memahami arti dari Surah Al-Ikhlas,” ujar Diana Fitri Umami saat ditemui seusai kelas.

Meningkatkan Literasi Digital Sejak Dini

Penggunaan aplikasi digital ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai media visual untuk mempermudah pemahaman materi, inisiatif ini juga selaras dengan program sekolah dalam meningkatkan literasi digital bagi para siswa sejak dini. Melalui kuis interaktif, siswa dilatih untuk berpikir cepat, tepat, dan berani dalam mengambil keputusan.

Respon siswa pun sangat positif. Antusiasme terlihat jelas saat mereka berebut untuk menjawab pertanyaan yang muncul di layar dengan penuh semangat. Hal ini membuktikan bahwa metode gamification (pemberian elemen permainan dalam proses belajar) mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan.

Dukungan Sekolah terhadap Digitalisasi Pendidikan

Langkah yang diambil oleh Diana Fitri Umami ini mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. MIN 3 Bantul memang berkomitmen untuk terus mendukung guru-guru dalam mengeksplorasi metode pembelajaran kreatif yang memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan metode ini, diharapkan pembelajaran Qur’an Hadits tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang berat, melainkan sebagai ilmu yang menyenangkan dan mudah dipahami. Keberhasilan inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya di MIN 3 Bantul untuk terus berkreasi dalam menyajikan materi pembelajaran di masa depan. (Agassa)