
Bantul (MIN 3 Bantul). Suasana perpustakaan MIN 3 Bantul tampak berbeda dan penuh warna pada jam pelajaran Seni Rupa. Puluhan siswa kelas 2A terlihat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai tempat berekspresi seni. Kegiatan kreatif ini diampu oleh guru Seni Rupa, Moh. Fadlan, dengan fokus materi mengenal bermacam-macam bentuk garis.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mempraktikkan berbagai jenis garis—mulai dari garis lurus, lengkung, zigzag, putus-putus, hingga gelombang. Pembelajaran ini dirancang khusus untuk melatih gerak motorik halus siswa melalui goresan jemari pada media gambar.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar seni memberikan atmosfer baru yang nyaman dan kaya akan inspirasi. Menurut Moh. Fadlan, suasana perpustakaan yang tenang serta dikelilingi berbagai ragam buku mampu menstimulasi imajinasi anak-anak saat menuangkan ide visual mereka.
”Materi bermacam-macam bentuk garis ini merupakan fondasi dasar dalam seni rupa. Selain mengenalkan unsur visual, tujuan utamanya adalah mengasah kelenturan tangan, kontrol jemari, dan koordinasi mata anak-anak yang sangat vital bagi perkembangan motorik halus mereka di usia sekolah dasar,” jelas Moh. Fadlan di sela-sela pendampingan siswa.
Ia menambahkan bahwa membawa siswa keluar dari ruang kelas konvensional menuju perpustakaan terbukti meningkatkan motivasi belajar. Anak-anak terlihat lebih luwes dan percaya diri saat merangkai garis demi garis menjadi sebuah karya utuh.
Para siswa kelas 2A merespons positif kegiatan ini. Dengan tekun, mereka memadukan berbagai bentuk garis membentuk motif yang variatif dan dinamis. Pihak madrasah berharap inovasi pembelajaran berbasis pemanfaatan fasilitas sekolah seperti perpustakaan ini dapat terus mengasah potensi akademis sekaligus bakat seni peserta didik sejak dini. (Agassa)




