Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul melakukan inovasi dalam metode pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Guna mengatasi kejenuhan siswa terhadap teks bacaan yang padat, guru pengampu mata pelajaran SKI, Fajar Yuliantono, mulai mengoptimalkan pemanfaatan media video audio visual di dalam kelas.

​Langkah ini diambil untuk membantu siswa memvisualisasikan peristiwa bersejarah yang terjadi berabad-abad lalu. Dengan bantuan tayangan video, materi yang sebelumnya dianggap abstrak dan sulit dihafal kini menjadi lebih konkret dan menarik bagi para peserta didik.

Menumbuhkan Daya Imajinasi

​Menurut Fajar Yuliantono, tantangan terbesar mengajar SKI adalah bagaimana membuat siswa merasa “hadir” dalam peristiwa tersebut. “Melalui media audio visual, kami ingin menumbuhkan daya imajinasi siswa. Sejarah tidak lagi sekadar deretan angka tahun dan nama tokoh, tapi tampak lebih hidup dan nyata,” ujarnya saat ditemui di ruang kelas.

​Pemanfaatan media ini terbukti efektif dalam:

  • Meningkatkan Fokus: Siswa lebih antusias memperhatikan alur cerita melalui animasi atau dokumenter sejarah.
  • Memperkuat Daya Ingat: Visualisasi membantu otak merekam kronologi peristiwa dengan lebih baik dibanding sekadar membaca buku teks.
  • Membangun Empati: Siswa dapat melihat perjuangan para tokoh Islam, sehingga nilai-nilai keteladanan lebih mudah tersampaikan.

Respon Positif Siswa

​Para siswa tampak sangat antusias mengikuti jalannya pembelajaran. Suasana kelas yang biasanya tenang saat membaca, kini menjadi lebih interaktif dengan adanya sesi diskusi setelah penayangan video.

​Kepala MIN 3 Bantul mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh tenaga pendidiknya. Diharapkan, penggunaan teknologi dalam pembelajaran ini tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran SKI, tetapi juga merambah ke mata pelajaran lain guna menciptakan ekosistem belajar yang modern dan menyenangkan bagi siswa. (Agassa)