
Bantul– Perpustakaan sekolah bukan lagi sekadar deretan rak buku yang kaku. Demi mengejar target Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026, MIN 3 Bantul bergerak cepat melakukan langkah penyegaran. Pekan ini, pihak madrasah resmi memulai proses rehabilitasi ringan, dengan fokus utama pada transformasi estetika ruangan.
Ada yang unik dalam proyek “rehab” kali ini. Bukan sekadar cat polos biasa, dinding perpustakaan kini dihiasi dengan konsep cat mode panorama. Teknik pengecatan visual ini dirancang untuk menciptakan kesan ruang yang luas, imajinatif, dan jauh dari kesan membosankan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berikut adalah poin utama di balik renovasi tersebut:
Standarisasi Akreditasi: Memenuhi kriteria kenyamanan dan tata ruang perpustakaan sesuai standar nasional menuju 2026.
Meningkatkan Literasi: Menciptakan atmosfer yang menyenangkan agar siswa betah berlama-lama membaca.
Daya Tarik Visual: Mengubah wajah perpustakaan menjadi tempat yang paling “Instagrammable” di lingkungan madrasah.
“Kami ingin anak-anak merasa seperti masuk ke dunia baru saat membuka pintu perpustakaan. Dengan cat panorama ini, suasana jadi lebih ceria dan diharapkan kegembiraan mereka akan berbanding lurus dengan minat baca,” ujar perwakilan pihak MIN 3 Bantul.
Meski masih dalam tahap penyelesaian, antusiasme siswa sudah mulai terlihat. Konsep panorama yang menyuguhkan pemandangan luas—seolah tanpa batas dinding—terbukti efektif memberikan efek psikologis yang menenangkan sekaligus memicu rasa ingin tahu anak-anak.
Dengan wajah baru ini, MIN 3 Bantul optimis bahwa perpustakaan mereka tidak hanya akan sukses meraih nilai tinggi dalam akreditasi mendatang, tetapi juga benar-benar menjadi jantung pendidikan yang dicintai seluruh siswanya. (Agassa)




