
Acara yang berlangsung khidmat di aula madrasah ini dihadiri langsung oleh Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, H. Muhammad Kuncoro, S. Ag., M. Pd. dan Kabid SD Dikpora Bantul, Ibu Istiani Nurhasanah, S. Pd., M. Pd.. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa gerakan Adiwiyata bukan sekadar perlombaan, melainkan pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.
Untuk mengupas tuntas implementasi sekolah hijau, MIN 3 Bantul menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Bapak Ngadina, M. Pd. yang menjabat Ketua DPW HPAI Kabupaten Bantul. Beliau memberikan inspirasi mengenai pemanfaatan potensi alam sekitar dan teknik-teknik praktis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah yang dapat melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa.
Kepala MIN 3 Bantul menyatakan bahwa workshop ini merupakan langkah awal yang strategis untuk menjadikan madrasah sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar.
“Dengan tema ‘Lestarikan Alam, Hebatkan Madrasah’, kami ingin menanamkan pola pikir bahwa madrasah yang hebat adalah madrasah yang mampu menjaga keseimbangan alam dan memberikan kenyamanan belajar bagi peserta didiknya,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) untuk mempercepat capaian target madrasah sebagai Madrasah Adiwiyata. Melalui kolaborasi antara Kemenag, Dikpora, dan praktisi pendidikan, MIN 3 Bantul optimis dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang asri, sehat, dan berprestasi. (Agassa)




