
Bantul (MIN 3 Bantul) — Suasana pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2A MIN 3 Bantul berlangsung seru dan interaktif. Berbeda dari biasanya, pembelajaran materi “Tanda Baca” kali ini memanfaatkan koleksi buku cerita dari perpustakaan madrasah melalui metode inovatif “Finding Punctuation Marks”, di bawah bimbingan guru kelas, Muh. Fadlan, S.Pd.I.
Metode “Finding Punctuation Marks” dirancang untuk mengasah ketelitian dan pemahaman siswa terhadap fungsi tanda baca secara langsung. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak berpetualang menemukan berbagai tanda baca—seperti titik, koma, tanda tanya, dan tanda seru—yang terdapat di dalam lembar bacaan dan buku cerita perpustakaan yang telah disiapkan.
Muh. Fadlan, S.Pd.I. menjelaskan bahwa integrasi layanan perpustakaan ke dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini sekaligus membuat materi tata bahasa menjadi menyenangkan.
”Dengan memegang langsung buku perpustakaan dan mencari tanda baca di dalamnya, siswa tidak hanya menghafal bentuk tanda baca, tetapi juga memahami penggunaannya dalam konteks kalimat nyata. Aktivitas fisik berburu tanda baca ini membuat anak-anak kelas 2A sangat antusias dan lebih cepat paham,” ujar Muh. Fadlan.
Selama proses pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok dibekali lembar kerja dan buku cerita pilihan. Mereka berdiskusi aktif mencatat kalimat yang memuat tanda baca tertentu, lalu membacakannya di depan kelas dengan intonasi yang tepat sesuai tanda baca yang ditemukan.
Penggunaan media buku perpustakaan ini terbukti efektif meningkatkan fokus dan partisipasi aktif siswa di kelas. Selain memperkuat pemahaman materi Bahasa Indonesia, kegiatan ini juga semakin mendekatkan para siswa dengan koleksi literasi yang ada di perpustakaan MIN 3 Bantul.
Melalui inovasi pembelajaran berkelanjutan seperti ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang kondusif, kreatif, dan berbasis literasi bagi seluruh peserta didik. (Agassa)




