
Bantul – Meskipun kalender pendidikan telah memasuki masa libur akhir Ramadhan 1447 H, suasana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul tetap tampak sibuk. Para Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) memilih untuk tetap bekerja di kantor (Work From Office) guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersalurkan dengan tepat waktu kepada para siswa.
Langkah ini diambil sebagai bentuk manifestasi Komitmen Pelayanan Prima madrasah terhadap hak-hak dasar siswa, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi selama masa transisi menjelang Idul Fitri.
Dedikasi Tanpa Batas di Penghujung Ramadhan
Penyaluran program MBG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak didik. Mengingat pentingnya kontinuitas program ini, pihak madrasah memutuskan untuk tetap membuka layanan distribusi meskipun sebagian besar instansi pendidikan lainnya sudah memulai masa libur.
”Pelayanan kepada siswa tidak boleh terhenti hanya karena tanggal merah. Kami ingin memastikan setiap siswa tetap mendapatkan hak gizi mereka, sehingga saat hari raya nanti, mereka dalam kondisi yang prima,” ujar salah satu perwakilan pimpinan MIN 3 Bantul.
Detail Pelaksanaan Layanan
Aktivitas di madrasah selama masa libur ini mencakup beberapa hal utama:
- Koordinasi Logistik: Memastikan stok bahan makanan dalam kondisi segar dan berkualitas.
- Distribusi Terjadwal: Pembagian paket MBG dilakukan dengan prokes dan jadwal yang tertata agar tidak terjadi penumpukan wali murid.
- Administrasi Terpadu: Pendataan langsung dilakukan oleh para Tendik untuk laporan pertanggungjawaban program yang transparan.
Apresiasi dari Wali Murid
Langkah proaktif ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua siswa. Di tengah kesibukan mempersiapkan lebaran, kepastian adanya asupan bergizi gratis bagi anak-anak dianggap sangat membantu meringankan beban keluarga.
Dengan semangat kebersamaan, para guru dan tendik MIN 3 Bantul membuktikan bahwa profesi pendidik bukan sekadar mengajar di kelas, tetapi juga menjaga kesejahteraan anak didik dalam berbagai situasi. (Agassa)




