Bantul (MIN 3 Bantul) — Suasana belajar siswa kelas 4A MIN 3 Bantul tampak berbeda pada kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Mengusung konsep pembelajaran aktual di alam, para siswa diajak keluar dari ruang kelas untuk mengamati secara langsung proses fotosintesis pada tumbuhan di lingkungan sekitar madrasah.

​Kegiatan yang dibimbing langsung oleh guru kelas 4A, Asep Eko Wibowo, S.Pd.I., ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang kongkret dan bermakna. Siswa tidak hanya menghafal teori dari buku teks, tetapi juga berinteraksi langsung dengan objek pembelajaran.

​Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok dibekali lembar pengamatan untuk mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam proses fotosintesis, seperti sinar matahari, daun berpembuluh (klorofil), air, dan udara.

​Para siswa diajak mengamati perbedaan daun yang terpapar sinar matahari langsung dengan daun yang tertutup atau berada di tempat teduh. Selain itu, guru juga meragakan eksperimen sederhana untuk membuktikan bahwa tumbuhan menghasilkan oksigen dan membutuhkan cahaya matahari untuk mengolah makanannya sendiri.

​Guru kelas 4A, Asep Eko Wibowo, S.Pd.I., menjelaskan bahwa metode pembelajaran berbasis alam ini dirancang untuk memicu rasa ingin tahu (curiosity) serta keaktifan peserta didik.

​”Anak-anak usia MI kelas 4 berada pada tahap pemikiran konkret. Ketika mereka melihat, menyentuh, dan mengamati sendiri bagaimana daun memanfaatkan sinar matahari untuk tumbuh, pemahaman konsep IPAS menjadi jauh lebih mudah diserap dan bertahan lama di ingatan mereka,” ujar Asep Eko Wibowo.

​Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menanamkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak dini. Siswa diajak untuk menyadari betapa pentingnya peran tumbuhan hijau bagi ketersediaan oksigen dan kelangsungan hidup manusia di bumi.

Para siswa kelas 4A terlihat sangat antusias mengikuti jalannya pembelajaran. Pembelajaran di luar ruangan memberikan suasana baru yang segar, menyenangkan, dan interaktif. Tanggap dan aktifnya siswa dalam bertanya selama sesi pengamatan menunjukkan efektivitas metode pembelajaran aktual ini.

​Melalui inovasi pembelajaran seperti ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara optimal. (Agassa)