
Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul terus berkomitmen meningkatkan kualitas pemahaman agama siswa melalui metode pembelajaran aktif. Pada Kamis (05/02), siswa kelas 4 mengikuti pembelajaran Fikih yang berfokus pada praktik ibadah Shalat Tahajud di bawah bimbingan guru mapel PAI, Ahmad Agus Salim.
Bukan Sekadar Teori
Pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa, sehingga materi tidak hanya berhenti di buku teks. Ahmad Agus Salim menekankan bahwa mengenalkan Shalat Tahajud sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter dan kedisiplinan spiritual anak.
”Kami ingin siswa tidak hanya hafal niatnya, tapi juga merasakan suasana khusyuk dan memahami keutamaan bangun di sepertiga malam,” ujar Ahmad Agus Salim di sela-sela praktik.
Tahapan Pembelajaran
Kegiatan dimulai dengan penjelasan materi di dalam kelas, meliputi:
- Syarat dan Ketentuan: Menjelaskan bahwa Tahajud dilakukan setelah tidur.
- Keutamaan (Fadhilah): Memotivasi siswa tentang kemuliaan bagi mereka yang melaksanakannya.
- Simulasi Praktik: Siswa mempraktikkan gerakan dan bacaan secara perlahan di bawah bimbingan langsung.
Antusiasme Siswa
Para siswa tampak antusias mengikuti simulasi ini. Banyak dari mereka yang aktif bertanya mengenai waktu terbaik pelaksanaan Shalat Tahajud dan jumlah rakaat yang disunnahkan. Dengan adanya praktik ini, diharapkan para siswa dapat mulai membiasakan diri melaksanakan ibadah sunnah tersebut di rumah masing-masing dengan pendampingan orang tua.
Melalui inovasi pembelajaran berbasis praktik ini, MIN 3 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat. (Agassa)




