Bantul – Suasana penuh semangat menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Jalur Prestasi Tahfidz Terpadu (JPTT). Sejak pagi, para calon siswa didampingi orang tua tampak antusias mengikuti rangkaian ujian yang menjadi salah satu pintu masuk unggulan di madrasah ini.

Dalam seleksi ini, para penguji menitikberatkan pada kompetensi religiusitas dasar. Materi yang diujikan meliputi:

Hafalan Surah Pendek: Mengukur kelancaran dan kefasihan tajwid dalam Juz Amma.

Doa Sehari-hari: Memastikan calon siswa terbiasa dengan praktik ibadah harian.

Tak hanya sekadar setor hafalan, tim penguji juga membangun komunikasi dua arah dengan calon peserta didik. Hal ini bertujuan untuk menelisik kesiapan belajar mereka dalam memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD/MI). Dialog ringan ini dilakukan untuk melihat kemandirian, kematangan emosional, serta kemampuan berkomunikasi anak.

Jalur JPTT ini bukan sekadar kebijakan internal sekolah, melainkan merupakan program mandatori dari Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Program ini bertujuan untuk menjaring bibit-bibit unggul penghafal Al-Qur’an sejak usia dini di lingkungan madrasah.

“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an sejak langkah pertama mereka di madrasah,” ujar Agus, salah satu panitia seleksi.

Persaingan dipastikan cukup ketat. Dari total 2 Rombongan Belajar (Rombel) kelas yang direncanakan akan dibuka pada tahun ajaran mendatang, MIN 3 Bantul secara khusus mengalokasikan 10 kuota untuk jalur Tahfidz ini.

Tingginya minat pendaftar menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin selektif dalam memilih lembaga pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara kurikulum umum dan penguatan karakter religius. (Agassa).