
Bantul (MIN 3 Bantul). Di ruang-ruang kelas MIN 3 Bantul, suasana belajar selalu terasa hidup dan penuh keceriaan. Di baliknya, ada sosok guru yang telaten, sabar, dan berdedikasi tinggi dalam membimbing anak-anak usia dasar. Dialih Sutinah, guru kreatif yang saat ini diamanahkan sebagai Wali Kelas 3B.
Perjalanan Awal: Dari Pengabdian di Lapangan Pramuka
Sebelum mendedikasikan dirinya sepenuhnya sebagai guru kelas di madrasah, perjalanan karier Sutinah di dunia pendidikan bermula dari kecintaannya pada kegiatan kepanduan. Wanita yang berasal dari kawasan bersejarah Imogiri ini mengawali langkahnya sebagai pelatih Pramuka.
Dengan penuh semangat, ia berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain untuk membina generasi muda. Pengalaman melatih di lapangan inilah yang membentuk mental kepemimpinannya, ketegasannya, serta kemampuannya dalam memahami karakter anak-undang dengan pendekatan yang menyenangkan namun disiplin. Pengabdian panjang ini pula yang membawanya mengabdikan diri di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di MIN 3 Bantul.
Peran Ganda: Pendidik Teladan dan Ibu yang Hangat
Di balik ketegasannya dalam mendampingi para siswa kelas 3B, Sutinah adalah sosok ibu yang penuh kehangatan di rumah. Menetap di Imogiri, ia dikaruniai dua orang anak laki-laki yang menjadi sumber motivasi terbesar dalam hidupnya.
Menjalani peran ganda sebagai pendidik bagi puluhan siswa di madrasah sekaligus ibu bagi kedua buah hatinya bukanlah hal yang mudah. Namun, berkat ketulusan dan manajemen waktu yang baik, ia mampu membagi kasih sayang dan perhatiannya dengan seimbang. Pengalamannya sebagai seorang ibu juga turut mempertajam nalurinya dalam memahami psikologi anak, sehingga ia mampu memperlakukan siswanya dengan penuh keibuan.
Filosofi Mengajar dan Dedikasi di MIN 3 Bantul
Bagi Sutinah, mengajar bukan hanya sekadar mentransfer ilmu akademik, melainkan proses membentuk karakter dan akhlak mulia sejak dini. Di kelas 3B, ia dikenal dekat dengan para siswanya melalui metode pembelajaran yang interaktif dan penuh kepedulian.
Kisah hidupnya dari seorang pelatih Pramuka keliling hingga menjadi guru kelas yang diandalkan di MIN 3 Bantul membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan keikhlasan akan selalu membawa seseorang pada tempat di mana ia bisa memberikan dampak positif yang luas bagi sesama.




