
Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul terus menggaungkan program literasi keagamaan melalui program “Mengaji Kitab Arbain Nawawi”. Memasuki Hadits Ke-9, kali ini pembahasan difokuskan pada tema pentingnya melaksanakan perintah agama sesuai kemampuan dan larangan banyak bertanya yang tidak bermanfaat.
Program yang dilaksanakan secara digital ini memanfaatkan platform website resmi dan media sosial madrasah untuk menjangkau seluruh siswa, guru, hingga orang tua murid di mana saja dan kapan saja.
Isi Hadits: Kemudahan dalam Beragama
Hadits ke-9 yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini menekankan pesan dari Rasulullah SAW bahwa apa yang dilarang harus ditinggalkan sepenuhnya, namun apa yang diperintahkan cukup dikerjakan sesuai dengan batas kemampuan masing-masing.
“Apa yang aku larang bagimu, maka jauhilah. Dan apa yang aku perintahkan kepadamu, maka kerjakanlah semampu kalian…” (HR. Bukhari & Muslim).
Pesan Kepala Madrasah
Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa nilai-nilai dalam hadits ini sangat relevan untuk diterapkan dalam ekosistem pendidikan di madrasah. Beliau menegaskan bahwa prinsip “mengerjakan sesuai kemampuan” bukan berarti bermalas-malasan, melainkan bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya istiqomah.
“Hadits ini bisa kita jadikan acuan dalam seluruh kegiatan madrasah. Kita ingin menanamkan kepada siswa bahwa agama itu mudah. Fokuslah pada ketaatan dan praktik nyata, daripada menghabiskan energi untuk banyak bertanya pada hal-hal yang bersifat debat atau yang tidak mendatangkan amal,” ujar Kepala MIN 3 Bantul.
Digitalisasi Dakwah Madrasah
Dengan mengunggah konten mengaji ini ke media sosial, MIN 3 Bantul berharap syiar Islam tetap berjalan efektif di era digital. Konten disusun secara menarik agar para siswa lebih mudah memahami poin-poin utama hadits:
-
Kepatuhan Mutlak: Meninggalkan larangan secara total.
-
Fleksibilitas: Menjalankan perintah sesuai kesanggupan (Istitha’ah).
-
Fokus pada Amal: Menghindari perselisihan dan pertanyaan yang tidak perlu yang dapat menyulitkan diri sendiri.
Program ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang taat namun tetap bijak dalam bersikap, sejalan dengan visi madrasah yang unggul dan religius. (Agassa)




