
Bantul (MIN 3 Bantul). Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan melalui kegiatan panen mangga di kebun Nutrition Goes To School (NGTS), Kamis (23/7). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pemanenan hasil kebun, melainkan dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual (contextual learning) dan penguatan ekoteologi.
Kebun NGTS yang dikembangkan di lingkungan madrasah tersebut dirancang sebagai laboratorium alam (outdoor laboratory). Melalui pendekatan ini, para siswa diajak untuk mengobservasi secara langsung pertumbuhan tanaman, siklus vegetatif, hingga teknik pemanenan yang ramah lingkungan.
Kepala MIN 3 Bantul menjelaskan bahwa integrasi kegiatan agrikultur ke dalam kurikulum madrasah bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi sains dasar, seperti fotosintesis, keanekaragaman hayati, dan ekosistem.
”Melalui program NGTS, kami menerapkan metode experiential learning. Siswa tidak hanya mempelajari teori biologi dan lingkungan di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan objek belajarnya. Hal ini terbukti meningkatkan pemahaman kritis dan kepedulian ekologis mereka sejak dini,” ujarnya.
Selain dimensi akademis, kegiatan panen bersama ini mengandung muatan pendidikan karakter (character building).
Melalui keberlanjutan program NGTS ini, MIN 3 Bantul terus mengukuhkan perannya sebagai lembaga pendidikan dasar yang adaptif dalam memadukan keunggulan akademik, literasi ekologi, dan pembentukan karakter peserta didik. (Agassa)




