
Bantul – Suasana belajar di kelas 1 B MIN 3 Bantul tampak berbeda dan lebih dinamis. Guru kelas, Endang Tisngatun, S. Pd., secara resmi mulai mengimplementasikan metode Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan akademik masing-masing siswa.
Metode ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan porsi bimbingan yang tepat sesuai dengan level pemahaman mereka, sehingga tidak ada siswa yang merasa tertinggal atau kurang tertantang.
Kelompok Belajar Berbasis Kemampuan
Dalam pelaksanaannya, Endang Tisngatun membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil. Pengelompokan ini didasarkan pada hasil asesmen diagnostik yang telah dilakukan sebelumnya.
-
Kelompok Mandiri: Siswa yang sudah menguasai konsep dasar dan diberikan pengayaan materi yang lebih kompleks.
-
Kelompok Pendampingan: Siswa yang sedang berkembang dan mendapatkan bimbingan intensif dari guru.
-
Aktivitas Variatif: Setiap kelompok mengerjakan tugas dengan tingkat kesulitan dan media belajar yang berbeda, meski tetap berfokus pada tujuan pembelajaran yang sama.
Komitmen Guru untuk Pendidikan Inklusif
Menurut Endang Tisngatun, S. Pd., tantangan terbesar dalam mengajar kelas 1 adalah keragaman kemampuan awal siswa, terutama dalam literasi dan numerasi.
“Setiap anak itu unik dan memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Dengan pembelajaran berdiferensiasi ini, saya bisa lebih fokus memberikan intervensi kepada siswa yang membutuhkan, sementara siswa yang sudah mahir tetap bisa bereksplorasi tanpa harus menunggu teman lainnya,” jelas Endang.
Penerapan metode ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Pihak madrasah berharap inovasi yang dilakukan di kelas 1 B ini dapat menjadi inspirasi bagi kelas-kelas lain di lingkungan MIN 3 Bantul untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. (Agassa)




