Kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas rutin, melainkan upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai cinta alam kepada seluruh peserta didik sejak dini. Dengan mengenal lebih dekat ekosistem di lingkungan madrasah, diharapkan siswa memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Koordinator Program Madrasah Hijau MIN 3 Bantul, Fahrul, menjelaskan bahwa pengenalan tumbuhan ini adalah fondasi utama bagi madrasah dalam mempersiapkan diri menuju status Madrasah Adiwiyata.
“Mewujudkan visi cinta alam harus diawali dari apa yang ada di sekitar kita. Dengan mengenal tumbuhan di lingkungan madrasah, siswa belajar untuk merawat, menjaga, dan memahami peran penting tanaman bagi kehidupan,” ujar Fahrul, yang juga merupakan guru kelas 4 di MIN 3 Bantul.
Melalui program ini, siswa tidak hanya diajak untuk menghafal nama-nama tumbuhan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan pemeliharaan tanaman di area madrasah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hijau, asri, dan mendukung proses edukasi yang ramah lingkungan.
Program Madrasah Hijau ini pun mendapatkan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika MIN 3 Bantul. Komitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan lingkungan menjadi salah satu prioritas madrasah guna memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, baik dalam bidang akademik maupun pembentukan karakter peduli lingkungan. (Agassa)