Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana peringatan Isra’ Mi’raj di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul tahun ini terasa sangat berbeda dan penuh antusiasme. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah, para siswa diajak mengasah wawasan keagamaan melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) Berbasis Digital menggunakan aplikasi Kahoot, yang sukses menghidupkan suasana madrasah pada Senin, 12 Januari 2026.

​Lomba yang mengusung konsep kekinian ini menyasar siswa pada Fase C, yang terdiri dari kelas 5 A, 5 B, 6 A, dan 6 B. Sorak-sorai pendukung dan ketegangan peserta menyelimuti ruangan saat pertanyaan demi pertanyaan muncul di layar proyektor.

Integrasi Teknologi dalam Syiar Agama

​Keputusan menggunakan aplikasi Kahoot bukan tanpa alasan. Panitia penyelenggara ingin menghadirkan nuansa kompetisi yang cepat, tepat, dan menyenangkan. Dengan format ini, skor peserta langsung terlihat secara real-time setelah pertanyaan dijawab, yang memicu adrenalin para siswa untuk menjadi yang tercepat.

​”Kami ingin menunjukkan bahwa belajar sejarah Islam dan memaknai peristiwa Isra’ Mi’raj bisa dilakukan dengan cara yang seru dan akrab dengan teknologi,” ujar Diana, salah satu guru pembimbing di sela-sela acara.

Jalannya Pertandingan

​Persaingan sengit terjadi antar kelas. Setiap perwakilan kelas tampak fokus menatap layar dan beradu cepat menekan pilihan jawaban di perangkat yang disediakan. Materi pertanyaan meliputi:

  • ​Sejarah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW.
  • ​Makna perintah salat lima waktu.
  • ​Pengetahuan umum agama Islam.

​Gemuruh tepuk tangan pecah setiap kali papan skor (leaderboard) berubah. Kelas 5 dan 6 saling kejar-kejaran poin, menunjukkan bahwa persiapan mereka dalam mempelajari materi Isra’ Mi’raj sangat matang.

Menghidupkan Suasana Madrasah

​Kemeriahan ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi digital di lingkungan madrasah, khususnya MIN 3 Bantul, mampu meningkatkan minat belajar siswa. Peringatan Isra’ Mi’raj pun tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momen yang dinantikan karena kemasannya yang interaktif dan edukatif.

​Dengan suksesnya acara ini, diharapkan para siswa tidak hanya terhibur, tetapi juga mampu meresapi nilai-nilai spiritual dari peristiwa Isra’ Mi’raj untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Agassa)