Bantul – Suasana di musholla berlangsungnya kelas Takhosus MIN 3 Bantul tampak berbeda dari biasanya pada hari ini. Tidak ada riuh rendah suara siswa bermain, yang terdengar hanyalah lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan fasih dan tartil. Agenda Sima’an Tahfidz Al-Qur’an yang digelar khusus bagi siswa program unggulan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan.

Momen Penghayatan Mendalam

​Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ujian hafalan, melainkan menjadi sarana syiar dan olah batin bagi para siswa maupun guru yang hadir. Saat para penghafal (hafidz) melantunkan ayat demi ayat, suasana ruangan seketika hening. Peserta lain yang menyimak tampak tertunduk takzim, memegang mushaf masing-masing, memastikan setiap makhraj dan tajwid yang terdengar tetap terjaga.

​Penghayatan yang mendalam terasa begitu kental. Beberapa guru dan orang tua yang hadir bahkan tampak berkaca-kaca saat menyimak surat-surat panjang dilantunkan tanpa cela. Keheningan ini menciptakan atmosfer spiritual yang kuat, seolah seluruh isi ruangan sedang menyerap keberkahan dari setiap huruf Al-Qur’an yang berkumandang.

Membangun Karakter Qur’ani

​Kepala Madrasah MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa program Sima’an ini bertujuan untuk melatih mental dan menjaga kualitas hafalan siswa kelas Takhosus.

​”Kami ingin anak-anak tidak hanya hafal secara lisan, tetapi juga mencintai Al-Qur’an dengan hati. Melalui Sima’an ini, mereka belajar menyimak dan menghargai kalam ilahi dengan penuh adab,” ujarnya.

​Siswa yang bertugas menyetor hafalan terlihat sangat fokus. Meski beban menjaga hafalan di depan umum cukup berat, ketenangan yang terpancar dari wajah mereka menunjukkan kematangan persiapan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan di bawah bimbingan guru tahfidz profesional.

Harapan Kedepan

​Dengan suksesnya acara ini, MIN 3 Bantul berharap kelas Takhosus dapat terus mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam kognitif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlakul karimah. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar hafalan yang dimiliki para siswa dapat terjaga sepanjang hayat. (Agassa)