
Bantul– Suasana khidmat dan penuh emosi menyelimuti serambi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul pagi ini. Isak tangis pecah saat seluruh siswa kelas 6 melakukan prosesi sungkeman kepada orang tua masing-masing. Momen ini menjadi bagian paling menyentuh dalam rangkaian persiapan spiritual menjelang ujian akhir mereka.
Prosesi dimulai dengan penuh kekhusyukan. Satu per satu siswa bersimpuh di hadapan orang tua mereka, memohon doa restu sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan. Suasana semakin syahdu saat lantunan Shalawat yang dibawakan oleh Ustadz Fajar menggema, menyentuh relung hati setiap hadirin.
Keteguhan hati para orang tua pun luluh saat kalimat-kalimat muhasabah (renungan diri) yang disampaikan oleh Ustadz Agus Salim mulai mengalir. Beliau mengajak para siswa dan orang tua untuk saling memaafkan dan memperkuat ikatan batin melalui kasih sayang yang tulus.
Kepala Madrasah menyampaikan bahwa prosesi sungkeman ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian penting dari rangkaian kegiatan Mujahadah. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi siswa dalam menjalani ujian, menghadirkan ridha orang tua sebagai “kunci” kesuksesan dunia dan akhirat, serta mempersiapkan mental siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pasca kelulusan.
“Restu orang tua adalah modal utama. Kami ingin anak-anak lulus tidak hanya dengan nilai yang bagus, tapi juga dengan hati yang bersih dan berbakti,” ujar Agus, salah satu perwakilan guru di sela-sela acara.
Melalui perpaduan antara ikhtiar belajar dan kekuatan doa (mujahadah), MIN 3 Bantul berharap para siswa kelas 6 dapat meraih hasil terbaik dan menjadi pribadi yang membanggakan bagi agama serta orang tua. (Agassa)




